Konsultasi ? klik disini!

KLASIFIKASI KALAM BERDASAR MADLUL

Disampaikan oleh Ustadz Nidhom Subkhi (Pengasuh Pesantren Salafiyah As-Syafi’iyah Malang) dalam kajian rutin ushul fiqih Tafaqquh media center

Tafaqquh.com – Jika pada pembahasan sebelumnya kita mengurai ta’rif kalam serta klasifikasinya berdasar susunan kata pembentuk kalam tersebut (silahkan lihat kalam bagian 1) maka pada tulisan ini kita akan mengupas pembagian kalam berdasarkan madlul atau makna yang ditunjukkan oleh kalam tersebut.

Melihat makna yang ditunjukkan (madlul), kalam terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  1. Khobar ; kalam yang dzatiyahnya mempunyai kemungkinan benar dan bohong. Contoh; Zaid datang. Perkataan ini membawa khobar (kabar/berita) bahwa Zaid datang. Pada perkataan ini ada kemungkinan benar dan juga ada kemungkinan salah atau bohong. Ini yang disebut kalam khobar.
  2. Amar : kalimat yang menunjukkan makna perintah seperti اطيعوا الله (taatlah kalian pada Allah)
  3. Nahi : kalimat yang menunjukkan makna larangan seperti لا تعص (jangan durhaka)
  4. Istikhbar : kalimat yang berfungsi untuk mendapatkan khabar atau kalimat tanya disebut juga istifham. Contoh: هل قام زيد؟ (apakah Zaid berdiri?)

Selain pembagian diatas, Imamul Haromain juga membagi menjadi

  1. Tamanni ; ungkapan yang menunjukkan harapan pada perkara yang tidak bisa diharap (la Thoma’a) atau sulit diharapkan.
  2. ‘iridl ; permintaan dengan cara halus
  3. Qosam ; sumpah

Pembagian yang kedua ini sebenarnya masih berada dalam satu kelompok dengan pembagian yang pertama tadi, yakni pembagian kalam berdasarkan madlulnya. Namun Imamul Haramain menyampaikannya dengan redaksi seolah yang kedua ini adalah pembagian yang lain.

Hal ini merupakan isarat bahwa sebagian ulama’ mencukupkan pembagian hanya pada pembagian yang pertama, yaitu amar, nahi, khobar dan istikhbar.

Pembagian kalam hanya kedalam empat kategori; amar, nahi, khobar dan istikhbar ini dirasa kurang sesuai. Maka beliau menambahkan kategori yang lain yaitu tamanni, ‘iridl dan qosam. Hal ini bisa dipahami dari penjelasan Imamul Haromain dalam kitab ushul yang lain yang beliau tulis yaitu al-Burhan. Disana beliau menyatakan:

ثم لما قسم أهل العربية الكلام إلى الاسم والفعل والحرف قسم الأصوليون الكلام على غرضهم تقسيما آخر فقالوا  أقسام الكلام الأمر والنهي والخبر والاستخبار وهذا قول القدماء

واعترض المتأخرون فزادوا بزعمهم أقساما زائدة على هذه الأقسام الأربعة وحاولوا بزيادتها القدح في حصر الأولين الكلام في الأقسام الأربعة والذي زادوه  التعجب والتلهف والتمني والترجي والقسم والنداء والدعاء

البرهان في أصول الفقه. ط الوفاء- الديب (1/ 146)

“Maka, ketika ahli bahasa Arab membagi kalam kepada isim, fi’il dan huruf, para ahli ushul membagi kalam, sesuai dengan tujuan mereka, dengan pembagian yang lain. Menurut mereka kalam itu terbagi menjadi amar, nahi, khobar dan istikhbar. Pembagian ini adalah pendapata qudama’ (ulama’ terdahulu) yang ditentang oleh ulama’ mutaakhkhirin. Maka mereka menambahkan bagian yang lebih dari empat di atas. Bagian yang mereka tambahkan adalah ta’ajjub, talahhuf, tamanni, tarajji, qosam, nida’ dan du’a”

(Al-Burhan; I/146)

 

Selanjutnya, masih dalam kitab yang sama, beliau menampilkan sanggahan Abu Ishaq al-Isfironiy (tokoh ushuliyyin terkumuka pengarang kitab ulluma’) atas pendapat mutaakkhirin yang menambahkan kategori lain. Namun pendapat Abu Ishaq ini beliau sanggah dengan argumen yang cukup kuat.

Walhasil beliau menyimpulkan bahwa klasifikasi kalam berdasarkan madlul hendaknya tidak hanya memasukkan empat kategori diatas, dan tidak juga memasukkan semua kategori-kategori baru yang disampaikan oleh ulama’ mutaakkhirin. Menurutnya, apa yang disampaikan ulama’ mutaakhirin sebagian sudah terwakili oleh kategori yang lain. Hingga pada kesimpulannya adalah apa yang beliau tulis dalam waroqot ini.[1]

[1] Lebih jelas tentang klasifikasi kalam ini silahkan lihat; al-Juwaini, Al-Burhan, I/146-147, Ali Qudus,  lathoiful Isyarot, 19, dan al-‘Ubbadiy, Syarhul Kabir ‘alal Waroqot, I/318-319.

wallahu A’lam

lanjut bagian 3

Kang Santri Penulis
Kang santri adalah kelompok diskusi yang terdiri dari santri aktif Pondok Pesantren Salafiyah As-Syafi’iyah Pulungdowo – Tumpang – Malang

Berbagi itu indah!