Konsultasi ? klik disini!

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum
Mohon penjelasanya ustadz, Saudara laki-laki saya mempunyai istri yang menyusui seorang anak perempuan (bukan anak sendiri), apakah anak tersebut mahram bagi saya dan anak saya. Terima kasih (anonim)

Jawaban:

Wa’alaikumssalam …

1. Anak perempuan tersebut mahram bagi anda,

karena semua yang menjadi mahram sebab nasab, juga menjadi mahram sebab susuan. Jadi, anak susuan saudara anda  statusnya sama dengan anak saudara anda.

Imam Al-Baghowi menjelaskan:

والدليل على أن لبن الفحل يحرم: ما روي عن عائشة- رضي الله عنها- أن أفلح أخا أبي القعيس جاء يستاذن عليها، وهو عمها من الرضاعة، بعد أن نزل الحجاب، قالت: فأبيت أن آذن له، فلما جاء رسول الله- صلى الله عليه وسلم- أخبرته بالذي صنعت، فقال: “إنه عمك فاذنى له فقلت: يا رسول الله، إنما أرضعتني المرأة ولم يرضعني الرجل! فقال رسول الله- صلى الله عليه وسلم-: إنه عمك فليلج عليك” وكان أبو القعيس زوج المرأة التي أرضعت عائشة، رضي الله عنها.《التهذيب ؛6 / 285》

Dalil bahwa susuan itu menjadikan mahram bagi suami (dan saudaranya; suami perempuan yang menyusui dan kerabatnya dalam istilah fuqoha disebut labanul fahl) adalah apa yang diriwayatkan oleh Aisyah RA; “Sesungguhnya Aflah saudara Abil Qo’is datang meminta izin kepada Aisyah. Aflah adalah paman susuan Aisyah, peristiwa ini terjadi setelah turunya perintah hijab. Aisyah berkata: “Aku tidak mengizinkannya masuk”. Ketika Rasulullah SAW datang aku memberi tahu beliau apa yang telah aku lakukan. Maka Rasululloh berkata : “sungguh dia adalah pamanmu! Berilah izin padanya”. Aku berkata:”Ya Rasulalloh, Aku hanya menyusu kepada perempuan bukan kepada laki-laki”. Rasululloh berkata: “sesungguhnya ia adalah pamanmu! Biarkan dia masuk menemuimu!”. Abul Qo’is (saudara Aflah) adalah suami perempuan yang menyusui Aisyah RA. (At-Tahdzi, 6/285)

Penjelasan Syaikhul Islam Zakariya Al-Anshori ;

وكل رضاع حرم على الرضيع اقاربها اي المرضعة حرم اقارب ذي اللبن وتصير المرضعة امه، والذي منه اللبن اباه، وأبآؤها اجداده، وامهاتها جداته، واولادها اخوته واحواته، واخوتها واخواتها اخواله وخالاته، وابو ذي اللبن جده، واخوه عمه، وكذا الباقى  《الشرقاوى على تحفة الطلاب 4 /77》

Setiap susuan yang menjadikan mahram atas anak susuan terhadap kerabat ibu susu juga menjadikan mahram kerabat pemilik susu (suami ibu susu). Maka, ibu susunya menjadi ibunya, lelaki yang susu berasal darinya (suami ibu susu) menjadi ayahnya, ayah ibu susu menjadi kakeknya, ibunya ibu susu menjadi neneknya, anaknya ibu susu menjadi saudara laki-laki dan saudara perempuannya, saudara laki-laki dan perempuan ibu susunya menjasi bibi dan pamannya, ayahnya pemilik susu menjadi kakeknya, saudara pemilik susu menjadi pamannya, demikian seterusnya. (Syarqowi Ala Tuhfatitthullab, 4/77)

2. Bukan mahram bagi anak anda.

Karena bagi anak anda statusnya sama dengan anak bibi atau anak paman anak anda.

ولضبط المحرمات بالنسب والرضاع عبارتان ذكرهما الأصل الأولى تحرم نساء القرابة إلا من دخلت في اسم ولد العمومة أو ولد الخولة 《اسنى المطالب 3/148》

Ada dua redaksi yang menjadi kesimpulan dari perempuan yang haram dinikah sebab nasab atau susuan. Salah satunya adalah “Haram semua Kerabat perempuan kecuali yang masuk dalam nama anak jalur amumah (anak saudara/saudari ayah) atau anak jalur khoulah (anak saudara/saudari ibu).

Hal ini sesuai dengan ayat:

{إنا أحللنا لك أزواجك اللاتي آتيت أجورهن وما ملكت يمينك مما أفاء الله عليك وبنات عمك وبنات عماتك وبنات خالك وبنات خالاتك} [الأحزاب: ٥٠]

sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu … {al-ahzab:50}