Konsultasi ? klik disini!

Assalamu’alaikum
Ustadz mohon pencerahannya mengenai puasa bulan rojab. Saya mendengar ada yang menganjurkan puasa, katanya puasa rojab itu sunnah, tapi saya juga mendengar ada yang melarang. Mohon dijelaskan mengenai hal itu. Terima kasih

Wassalamu’alaikum

Rojab adalah salah satu bulan yang dimuliakan atau asyhurul hurum. Para ulama’ sepakat adanya kesunnahan puasa di bulan-bulan yang dimuliakan, tanpa terkecuali bulan rojab.

عَنْ مُجِيبَةَ الْبَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عَمِّهَا أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ انْطَلَقَ فَأَتَاهُ بَعْدَ سَنَةٍ وَقَدْ تَغَيَّرَتْ حَالَتُهُ وَهَيْئَتُهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَعْرِفُنِى قَالَ « وَمَنْ أَنْتَ ». قَالَ أَنَا الْبَاهِلِىُّ الَّذِى جِئْتُكَ عَامَ الأَوَّلِ. قَالَ « فَمَا غَيَّرَكَ وَقَدْ كُنْتَ حَسَنَ الْهَيْئَةِ ». قَالَ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا إِلاَّ بِلَيْلٍ مُنْذُ فَارَقْتُكَ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم- « لِمَ عَذَّبْتَ نَفْسَكَ ». ثُمَّ قَالَ « صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَيَوْمًا مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ». قَالَ زِدْنِى فَإِنَّ بِى قُوَّةً. قَالَ « صُمْ يَوْمَيْنِ ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « صُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ». قَالَ زِدْنِى. قَالَ « صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ ». وَقَالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاَثَةِ فَضَمَّهَا ثُمَّ أَرْسَلَهَا.
“Dari Mujibah Al-Bahiliyah dari ayahnya atau pamannya, sesunggunya ia (paman atau ayahnya) pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu pergi dan kembali lagi (bertemu Rasulullah) setelah berlalu satu tahun dimana banyak perubahan pada keadaan dirinya.
Lalu ia berkata kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulallah, apakah tuan tidak mengenal saya?”.
“Siapakah engkau?”.
“Aku Adalah orang Bahiliy yang tahun lalu datang padamu”.
“Apa yang telah membuatmu berubah? Bukankah dulu engkau berperawakan bagus?”.
“Aku tak pernah makan kecuali pada waktu malam hari sejak berpisah dengan tuan”.
“Mengapa kau siksa dirimu?” tanya Rasulullah.
Lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, “Puasalah di bulan sabar (Ramadlan) dan satu tiap-tiap bulan!”.
“Tambahkan lagi padaku Ya Rasul! Karena aku punya kekuatan (untuk berpuasa lebih dari itu)”
“Puasalah dua hari (dari tiap-tiap bulan)”
“Tambahkan lagi padaku!”
“Puasalah tiga hari!”
“Tambahkan lagi padaku!”
“Puasalah dari bulan-bulan haram, lalu tinggalkan!. Puasalah dari bulan-bulan haram, lalu tinggalkan!. Puasalah dari bulan-bulan haram, lalu tinggalkan!.” Rasulullah berkata demikian dengan menggenggam tiga jari lalu melepaskannya.
Hadits ini secara tegas menganjurkan puasa di bulan-bulan harom. Dan Rojab termasuk di dalamnya.
Jika semua dalil yang mengarah kepada sunnahnya puasa bulan Rojab tidak bisa diterima, maka dalil di atas sudah cukup untuk menjadi dasar sunnahnya puasa dibulan Rojab.
Lebih lengkapnya silahakan baca KH. Fathul Bari berikut (Rojab, puasa nggak ya….)

Wallahu a’lam bisshowab
wassalam

  • Tulisan terbaru
Khodim Ma’had Salafiyyah AsSyafi’iyyah Pulungdowo Malang. CEO & Founder Tafaqquh Media Center Malang. Editor in Chief Tafaqquh.com

Berbagi itu indah!