Konsultasi ? klik disini!

Assalamualaikum Wr Wb

Ada seorang santri menikah dengan  gadis yang kebetulan putri seorang ahli ilmu kejawen bahkan tokohnya, yang keseharian dan amaliahnya hampir seluruhnya  berdasarkan “itung itungan dino” bahkan dia menjadi tumpuhan bertanya masyarakat manakala ada hajat2  tertentu yang terkait dengan itung itungan tersebut dan juga SESAJEN disetiap awal pendirian rumah..

1. Bagaimana hukum itung itungan dino dan sesajen menurut pandangan Islam(makruh, halal. Haram)?

2. (jika haram) Bagaimana si santri tersebut menyikapi terhadap mertuanya jika Ia mengharuskan sesajen dalam proses pendirian rumahnya, padahal rumah  tersebut 80% adalah  pemberian mertuanya?

Matur suwun…

JAWAB 

Walaikum salam wr wb.

Berikut saya sampaikan poin poin jawabnnya 

1. A. Hari baik vs Hari Buruk

Dalam kitab Talkhisul Murad, hamisy dari kitab Bughyatul Mustarsyidin hlm 206 disebutkan

(مسألة) إذا سأل رجل اخر هل ليلة كذا او يوم كذا يصلح للعقد او النقلة فلا يحتاج إلي جواب لان الشارع نهي عن اعتقاد ذلك وزجر عنه زجرا بليغا فلا عبرة بمن يفعله. 

“Apabila seseorang bertanya pada orang lain, apakah malam ini baik untuk di gunakan akad nikah atau pindah rumah maka pertanyaan seperti tidak perlu dijawab, karena nabi pembawa syariat melarang meyakini hal semacam itu dan mencegahnya dengan pencegahan yang sempurna maka tidak ada pertimbangan lagi bagi orang yang masih suka mengerjakannya”
1.B Hukum mempercayai hitungan hari baik
وَذَكَرَ اِبْنُ الفَرْكَاحِ عَنِ الشَّافِعِيُّ اَنَّهُ اِنْ كَانَ المُنَجِّمُ يَقُوْلُ وَيَعْتَقِدُ اَنَّهُلاَيُؤَثِرُ اِلاَّ اللهُ وَلَكِنْ اَجْرَى اللهُ اْلعَادَةَ بِاَنَّهُ يَقَعُ كَذَا عِنْدَ كَذَا وَاْلمُؤْثِرُهُوَااللهُ عَزَّ وَجَلَّ فَهَذَا عِنْدِى لاَبَأْسَ بِهِ. وَحَيْثُ جَاءَ اَلدَّ مُّ يُحْمَلُ مَنْ يَعْتَقِدُ تَأْثِيْرَ النُّجُوْمِ وَغَيْرَهَامِنَ اْلمَحْلُوْقَاتِ. وَفْتَى الزَّمْلَكَانِ بِاالتَّحْرِيْمِ مُطْلَقًا.
“Ibnul Farkah menuturkan dari Asy Syafii bahwa sesungguhnya jika ahli nujum berkata dan meyakini bahwa sesungguhnya tidak ada yang dapat memberi pengaruh kecuali Allah, tetapi Allah telah melakukan / menjalankan adat kebiasaan bahwa sesungguhnya kejadian demikian ini terjadi pada waktu demikian, sedangkan yang memberi pengaruh adalah Allah ‘azza wa jalla. Keyakinan seperti ini menurut saya berbahaya. Dan celaan yang datang dibawa pada orang yang meyakini dan meyakinkan akan pengaruh bintang-bintang dan makhluk-makhluk lainnya. Imam Az Zamlakani memberi fatwa dengan keharaman mutlak”.

Dan biasanya org yg selalu berpwngangan dg hitungan spt itu meyakini bahwa yg mendatangkan atsar atau sebab adalah hitungannya. Boleh jadi ia akan lebih takut melanggar hitungan drpada melanggar hukum Allah. 
1.C. Sesajen

Berikut keterangannya
مسألة -ث : العادة المطردة فى بعض البلاد لدفع شر الجن من وضع طعام أو نحوه فى الأبيار أو الزرع وقت حصاده وفى كل مكان يظن أنه مأوى الجن وكذلك إيقاد السرج فى محل ادخار نحو الأرز الى سبعة أيام من يوم الإدخار ونحو ذلك كل ذلك حرام حيث قصد به التقرب إلى الجن بل إن قصد التعظيم والعبادة له كان ذلك كفرا-والعياذ بالله- قياسا على الذبح للأصنام المنصوص فى كتبهم.
“Tradisi yang sudah mengakar di sebagian masyarakat yang menyajikan makanan dan semacamnya kemudian diletakkan di dekat sumur atau tanaman yang hendak dipanen dan ditempat-tempat lain yang dianggap tempatnya jin, serta tradisi lain seperti menyalakan beberapa lampu di tempat penyimpanan padi selama tujuh hari yang dimulai dari hari pertama menyimpan padi tersebut, begitu pula tradisi-tradisi lain seperti dua contoh di atas itu hukumnya haram jika memang bertujuan mendekatkan diri kepada jin. Bahkan bisa menyebabkan kekafiran ( murtad ) jika disertai tujuan pemuliaan dan wujud pengabdian. Keputusan hukum ini diqiyaskan dengan hukum penyembelihan hewan yang dipersembahkan untuk berhala yang disebutkan oleh fuqaha dalam kitab-kitab mereka.

(Bulghatut Thullab hlm. 90/91)
Maka jangan lakukan hal yg demikian. 

Jangankan sesaji berupa ayam, hanya berupa lalat saja bisa sebabkan masuk neraka.

Dalam hadits disebutkan
 أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: (دخل الجنة رجل في ذباب، ودخل النار رجل في ذباب) قالوا: وكيف ذلك يا رسول الله؟! قال: (مر رجلان على قوم لهم صنم لا يجوزه أحد حتى يقرب له شيئاً، فقالوا لأحدهما قرب قال: ليس عندي شيء أقرب قالوا له: قرب ولو ذباباً، فقرب ذباباً، فخلوا سبيله، فدخل النار، وقالوا للآخر: قرب، فقال: ما كنت لأقرب لأحد شيئاً دون الله عز وجل، فضربوا عنقه فدخل الجنة)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji)  sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.” Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan. Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.” Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.” (HR Ahmad)

2. Sikap kepada mertua

Hal ini dijelaskan dalam surat Luqman ayat 15.

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan apabila keduanya (orangtua) memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan apa-apa yang tidak ada ilmu padanya, jangan taati keduanya dan bergaul lah dalam kehidupan dunia dengan perbuatan yang ma’ruf (baik) dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan”.

Rekomendasi

Tetaplah berlemah lembut kepada sang mertua namun jangan ikuti perintah untuk syirik. Harta dunia tdk ada nilainya dibanding dg ketaatan kepada Allah dan keselamatan dunia dan akhirat apalagi surgaNya.

Cari cara terbaik dan super halus untuk berkelit bahkan cari cara menyadarkannya. Kalau perlu, minta tolong kepada sesepuh setempat yg mengerti dlm hal ini. Jgn lupa doakan mertua anda supaya dibuka pintu hidayah untuknya.
Wallahu A’lam

Dijawab oleh 

DR.H.Fathul Bari*

Dalam ONE DAY ONE HADITH 
*Dengan edit seperlunya oleh redaksi tanpa mengurangi esensi.