Konsultasi ? klik disini!

MUQODDIMAH

(Bagian Satu)

 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

الحمد لله رب العالمين ، وبه نستعين على أمور الدنيا والدين ،وصلى الله وسلم على سيدنا محمد خاتم النبيين ،واله وصحبه أجمعين ، ولاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ،


Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, kepadanya kami memohon pertolongan atas urusan-urusan dunia dan agama.

Semoga Allah mencurahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Muhammad yang menjadi penutup para Nabi, bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya semua.

Dan tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang maha luhur dan maha agung.

Tentang Basmalah

Syekh Salim bin Abdillah bin Sumair, seperti halnya para ulama’ lain, memulai kitabnya dengan basmalah. Memulai kitab dengan basmalah ini didasarkan pada beberapa hal. Antara lain:

  1. Mencontoh serta mengharap keberkahan (tabarruk) dengan kitab Allah. Diriwayatkan bahwa semua kitab yang diturunkan oleh Allah kepada para Nabi dan para Rasul selalu diawali dengan basmalah. Termasuk juga al-Qur’an. Jika kitab-kitab suci selalu diawali dengan basmalah maka tentulah basmalah ini mempunyai rahasia dan keberkahan yang luar biasa. Rahasia dan keberkahan inilah yang ingin diraih oleh Syekh Salim bin Abdillah dan juga kita tentunya.[1]
  2. Mengikuti sunnah Rasulullah. Dalam riwayat shohih Bukhori dan Muslim disebutkan bahwa ketika Rasulullah berkirim surat kepada kaisar Romawi Heraclius, Dalam surat tersebut Beliau memulainya dengan menuliskan bismillahirrohmanirrohim.[2]
  3. Mengamalkan hadits Rasululloh [3]

كل امر ذى بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم اقطع

Setiap perkara  yang tidak diawali dengan bismillah maka ia terputus

Fadlilah Basmalah

Banyak sekali fadlilah basmalah, diantaranya:

  1. Setiap kali malaikat jibril datang membawa wahyu selalu mengawali dengan basmalah. Imam Addaroquthni meriwayatkan :[4]

كان جبرائيل عليه السلام إذا جاءني بالوحي أول ما يلقي علي بسم الله الرحمن الرحيم

“Jibril ketika datang padaku dengan membawa wahyu, yang pertama ia sampaikan adalah bismillahirrahmanirrahim”.

  1. Basmalah menyimpan ismul a’dhom, yaitu nama Allah yang bila disebut dalam do’a maka akan dikabulkan. Ibnu Abi Hatim, Al-Hakim, Al-Bayhaqi dan yang lain meriwayatkan dari Ibnu Abbas sesungguhnya Utsman bin Affan bertanya tentang basmalah kepada Rasulullah, maka Rasulullah menjawab:

هو اسم من اسماء الله تعالى وما بينه وبين اسم الله الاكبر الا كما بين سواد العين وبياضها من قرب

“Basmalah adalah nama dari beberapa nama Allah, tidak ada antara basmalah dan nama Allah yang maha besar kecuali seperti dekatnya antara hitamnya mata dengan putihnya”.

  1. Gunung bertasbih bersama orang yang membaca basmalah dengan penuh keyakinan. Abu Nu’aim dan Ad-Daylami meriwayatkan dari A’isyah, bahwa Rasulullah bersabda: [5]

من قال بسم الله الرحمن الرحيم موقنا سبحت معه الجبال الا انه لا يسمع ذلك منه

“Barang siapa membaca Bismillahirahmanirrahim dengan yakin maka gunung-gunung bertasbih bersamanya, hanya saja ia tidak bisa mendengarkannya”

Faedah Basmalah[6]

Banyak faedah yang bisa kita dapat dari membaca basmalah, diantaranya adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-hakim dalam al-mustadrok [7]

إذا دخلتم بيوتكم فسلموا على أهلها و إذا طعمتم فاذكروا اسم الله و إذا سلم أحدكم حين يدخل بيته و ذكر اسم الله على طعامه يقول الشيطان لأصحابه لا مبيت لكم و لا عشاء و إذا لم يسلم أحدكم و لم يسم يقول الشيطان لأصحابه أدركتم المبيت و العشاء

Jika kalian masuk ke dalam rumah kalian maka ucapkanlah salam pada penghuni rumah. Jika kalian makan maka sebutlah nama Allah. Ketika kalian masuk rumah dan menyebut nama Allah ketika makan maka setan berkata kepada teman-temannya, “Tidak ada tempat menginap untuk kalian dan tidak ada makan malam”. Jika kalian masuk tidak mengucapkan salam dan tidak membaca basmalah maka setan berkata kepada teman-temannya, “Kalian sudah mendapatkan tempat menginap dan makan malam”.

lanjut kajian safinah ke-2


[1] Ba ‘Athiyah, Ghoyatul Muna,  hal. 22

[2] Diriwayatkan oleh al-Bukhori,(hadits nomer: 7) Muslim, (hadits nomer: 1773)

[3] Diriwaytkan oleh As-Suyuthi dalam al-Jami’ al-Kabir dari ar-Rohawi dalam al-Arba’in. al-Adhim Abady menilai hasan (as-suyuthi, al-Jami’ al-Kabir, syamilah (v. 3.5)) . (al-Hindy, Ali bin Hisamiddin al-Muttaqi, Kanzul Ummal, Syamilah (v. 3.5))

[4] Addaroquthni, Sunan, (I/305)

[5]  As-Suyuthi, Ad-Durrul mantsur, (I/26)

[6] Lebih lengkapnya, lihat (Ba’Athiiyah, Ghoyatul Muna,2007)

[7] Al-Hakim, Al-Mustadrok, II/432. Hadits ini oleh Addzahabi dinilai ghorib dalam at-talkhis